Pembelahan Sel
PEMBELAHAN
SEL
STANDAR KOMPETENSI :
Siswa mampu Memahami
konsep dasar dan prinsip-prinsip hereditas serta implikasinya pada
salingtema
KOMPETENSI DASAR :
Siswa mampu menjelaskan
keterkaitan antara proses pembelahan mitosis dan meiosis dengan pewarisan
sifat.
Apa yang akan dipelajari
?
- Mitosis terjadi pada perbanyakan sel tubuh, dan menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom sama dengan sel induk (2n).
- Dalam meiosis terjadi 2 tahapan pembelahan. Meiosis 1 (pembelahan reduksi) dan meiosis 2 dengan hasil akhir 4 sel anak dengan jumlah kromosom n.
- Pembentukan gamet terjadi secara meiosis, berlangsung dalam alat perkembangbiakan jantan dan betina individu dewasa.
Pendahuluan
Reproduksi sel membahas tentang macam pembelahan sel,
mekanisme pembelahannya, serta contoh dari pembelahan sel. Esensi proses
pembelahan sel adalah mengenai penggandaan kromosom serta mekanisme pewarisan
kromosom dari ‘sel induk’ ke ‘sel anak’
Reproduksi sel bertujuan untuk menambah jumlah dan jenis sel, atau
membentuk sel-sel lain dengan tujuan tertentu. Sel merupakan unit kehidupan
terkecil yang reproduktif. Sel baru dihasilkan melalui proses membelah diri
menjadi 2 sel baru/ sel anak. Pembelahan sel adalah peristiwa alami yang harus
terjadi karena mempengaruhi kelangsungan hidup suatu makhluk hidup. Ada tiga
jenis pembelahan sel, yaitu amitosis, mitosis, dan meiosis.
Gambar 7.1. Peta Konsep Pembelahan Sel
1. AMITOSIS
Pembelahan secara langsung biasa terjadi pada mahluk hidup bersel
tunggal (uniseluler). merupakan reproduksi mahluk hidup itu sendiri.
prmmbelahan amitosis tidak didahului pembentukkan benang gelondong maupun
pembelahan inti. Amitosis merupakan cara reproduksi vegetatif pada organisme
prokariotik dan protojoa, langsung menghasilkan dua sel anakan, sehingga sering
disebut pembelahan, setiap sel anak mewarisi sifat-sifat induknya. pembelahan
amitosis senantiasa menghasilkan keturunan yang memiliki sifat yang identik
dengan induknya.
2.
MITOSIS DAN SIKLUS SEL
Pembelahan mitosis merupakan pembelahan secara tidak langsung atau
melalui tahap-tahap yang terjadi pada perbanyakkan sel tubuh. Sel yang membelah
secara mitosis akan menghasilkan dua sel anakkan yang masing-masing memiliki
sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan induknya. Siklus sel adalah
kejadian-kejadian yang berlangsung dengan urutan tertentu yang dimulai dari
pembelahan sel hingga pembelahan sel dalam pembentukkan sel anakkan. Siklus ini
meliputi dua fase, yaitu fase interfase dan fase mitotik. Pembelahan mitosis
berlangsung secara bertahap melalui beberapa fase, yaitu :
TAHAP PEMBELAHAN MITOSIS
Interfase
Merupakan fase istirahat dari pembelahan sel. Namun tidak berarti sel tidak beraktifitas justru tahap ini merupakan tahap yang paling aktif dan dan penting untuk mempersiapkan pembelahan.
Fase ini membutuhkan waktu paling lama dibandingkan dengan fase fase pembelahan sel (fase mitotik). Terbagi atas tiga fase, yaitu:
Merupakan fase istirahat dari pembelahan sel. Namun tidak berarti sel tidak beraktifitas justru tahap ini merupakan tahap yang paling aktif dan dan penting untuk mempersiapkan pembelahan.
Fase ini membutuhkan waktu paling lama dibandingkan dengan fase fase pembelahan sel (fase mitotik). Terbagi atas tiga fase, yaitu:
a. Fase G1 (growth 1/pertumbuhan 1)
Merupakan fase paling aktif berlangsung selama 9 jam. Pada fase ini
sel mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Pada fase ini sel bertambah ukuran
dan volumenya.
b. Fase S (Sintesis)
Merupakan fase sintesis DNA atau duplikasi kromosom, dengan waktu
10 jam
c. Fase G2 (Growth 2/Pertumbuhan 2)
Merupakan fase yang didalamnya terjadi proses sintesis protein.
Pada fase ini sel siap untuk mengadakan pembelahan
Sekali lagi bahwa fase Mitosis tidak diawali dengan Interfase
tetapi Fase Profase , karena Interfase merupakan persiapan mitosis , merupakan
fase istirahat sel tidak membelah.
sedangkan Mitosis itu Fase sel melakukan pembelahan / reproduksi
sedangkan Mitosis itu Fase sel melakukan pembelahan / reproduksi
Mitosis terjadi pada sel-sel tubuh (somatic). Terdiri atas 4
tahapan yang saling berurutan : profase, metaphase, anaphase dan telofase
1.
Profase
- Benang kromatin memendek dan menebal menjadi kromosom
- Tiap kromosom mengadakan replikasi menghasilkan kromatid
- Sentriol (pada sel hewan) mulai memisah dan mengarahkan benang-benang gelendong
- Pada akhir profase ditandai dengan menghilangnya membrane inti
2.
Metafase
- kromosom berjajar di bidang equator/ bidang pembelahan
Gambar 7.5. Metafase
3.
Anafase
- merupakan tahap pembelahan inti
- sentromer membelah dan kromatid memisahkan diri bergerak ke kutub yang berlawanan, berperan sebagai kromosom tetapi bergeraknya masih dalam benang gelendong
4.
Telofase
–
kromosom sampai di kutub masing-masing dan menjadi kromatin kembali
–
spindle mulai lenyap dan nucleolus muncul kembali
–
membrane inti terbentuk kembali
– sekat
sel/ lekukan sel terbentuk sehingga sel terbagi dua bagian (sitokinesis)dengan
jumlah kromosom sama dengan jumlah kromosom sel induk
3.
MEIOSIS
Meiosis terjadi pada alat reproduksi/gametangium/ gonat pada saat
pembentukan gamet (gametogenesis). Menghasilkan sel anak yang memiliki jumlah
kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induk (n) sehingga disebut sebagai pembelahan
reduksi. Meiosis diperlukan agar hasil peleburan antara gamet
jantan dan gamet betina tetap memiliki jumlah kromosom 2n. Meiosis terdiri dari
2 tahap, yaitu : Meiosis I dan Meiosis II. , masa istirahat antara keduanya
disebut interfase.
Sel somatik manusia terdiri dari 46 kromosom (23 pasang kromosom),
setengah berasal dari tiap orang tua. Masing-masing dari 22 autosom maternal
memiliki kromosom paternal yang homolog. Pasangan kromosom ke 23 adalah
kromosom seks yang menentukan jenis kelamin seseorang,
Sel ovum dan sperma hanya mempunyai setengah kromosom (haploid /
n), apabila ovum dan sperma bersatu (fertilisasi) akan terbentuk zigot diploid
(2n) yang akan tumbuh menjadi individu baru dengan gen hasil kombinasi dari
ovum dan sperma.
a.
Meiosis I
1). Profase I,
dibagi menjadi beberapa tahap :
- Leptonema : benang-benang kromatin menjadi kromosom
Gambar 7.8. Leptonema
- Zigonema : kromosom homolog berdekatan dan bergandengan.tiap pasang kromosom homolog disebut bivalen
.
Gambar 7.9. Zigonema
- Pakinema : tiap-tiap bagian kromosom homolog mengganda, tetapi masih dalam satu ikatan sentromer sehingga terbentuk tetrad.
- Diplonema : kromatiddari tiap-tiap belahan kromosom memendek dan membesar. Kromatid homolog tampak saling menjauhi tetapi tetap saling terikat bersama oleh kiasmata. Terjadi pindah silang (crossing over).
- Diakinesis : kromatid masih melanjutkan gerakan untuk saling menjauhi dan kiasmata mulai bergerak menuju ujung- ujung kromosom. Sentrosom membentuk dua sentriol yang masing-masing membentuk benang gelendong pembelahan. Satu sentriol tetap sedang yang lain bergerak kea rah kutub yang berlawanan. Membran inti dan nucleolus hilang.
2). Metafase
- menyerupai tahap metaphase pada mitosis, pembeda dengan metaphase pada mitosis adalah sentromer setiap pasang homolog menempel pada gelendongnya, satu di atas dan satu di bawah bidang equator
Gambar 7.10. Metafase I
3). Anafase I
- Setiap pasangan kromosom homolog berpisah bergerak kea rah kutub yang berlawanan
- Sentromer belum membelah
Gambar 7.11. Anafase I
4). Telofase I
- § Selubung inti terbentuk, nucleolus muncul kembali
- § Kromatin muncul kembali
- § Terjadi sitokinesis
- § Sentriol berperan sebagai sentrosom kembali
Gambar 7.12. Telofase I
b.
Meiosis II
1). Profase II
Gambar 7.13. Profase II
a). Sentrosom membentuk dua sentriol yang letaknya berlawanan kutub
dan dihubungkan oleh spindle
b). Membran inti dan nukleus lenyap
c). Kromatin berubah menjadi kromosom yang dijerat oleh
spindle
2). Metafase II
Gambar 7.14. Metafase II
a). Kromosom berada di equator
b). Kromatid berkelompok dua-dua
c). Belum terjadi pembelahan sentomer
3). Anafase II
Gambar 7.15. Anafase II
a). Chromosomes melekat pada kinetokor spindel ke arah kutub yang
berlawanan, sehingga sentromer terbelah
b). Masing-masing kromatid bergerak ke arah yang berlawanan
Telofase II
a). Kromatid berkumpul pada kutub pembelahan dan berubah kembali
jadi kromatin
b). Membran inti dan nukleus terbentuk lagi
c). Akhir pembelahan meiosis II akan terbentuk 4 sel yang
masing-masing mengandung setengah dari kromosom induknya.( n )
Gambar 7.16. Telofase II
Perbedaan Pembelahan
Mitosis dengan Pembelahan Meiosis
|
No
|
Mitosis
|
Meiosis
|
|
1.
|
Lokasi pembelahan
Sel-sel tubuh (somatis) dan sel gonad
|
Lokasi pembelahan Sel
gonad/sel kelamin
|
|
2
|
Jumlah pembelahan Satu
kali
|
Jumlah pembelahan dua
kali
|
|
1
|
|
Jumlah sel anak hasil
pembelahan Satu sel induk menghasilkan 4 sel anak
|
|
2
|
Jumlah kromosom anak
Diploid (2n) Diploid (2n)
|
Jumlah kromosom anak
Diploid (2n) Haploid (n)
|
|
3
|
Pindah silang Tidak
terjadi
|
Pindah silang terjadi
pada profase I
|
|
4
|
Komponen genetik sama
dengan induk
|
Komponen genetik
berbeda dengan induk
|
|
5
|
Tujuan Pertumbuhan dan
regenerasi
|
Tujuan Reduksi kromosom
yaitu pembentukan gamet
|






