Jumat, 08 Mei 2015

metodelogi penelitian



RESUME
METODELOGI PENELITIAN
“LATAR BELAKANG MASALAH”






OLEH :
NAMA                        : NITA ELLA DEMELIA
                                        NIM                                        : 1205576
        PRODI                       : PENDIDIKAN BIOLOGI RM




JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Latar belakang masalah adalah hal- hal yang mendasari atau mendorong keinginan seseorang untuk memilih, mengungkapkan, atau memecahkan masalah melalui penelitian. Dengan demikian, latar belakang masalah harus berisi uraian yang sifatnya argumentative atau bersifat memberi alas an kenapa peneliti tertarik meneliti masalah ini atau apa perlunya masalah yang dipilih itu diungkapkan atau dipecahkan.
Dalam menyusun latar belakang, diperlukan mengemukakan data, fakta, atau informasi yang mendukung permasalahan. Data, fakta, atau informasi pendukung masalah biasanya diperoleh dari studi pendahuluan, survey, wawancara, bacaan, media massa, atau pertemuan ilmiah. Data, fakta, atau informasi pendukung ini sangat berguna untuk memperkuat argumentasi kita bahwa masalah itu penting atau menarik dan bisa untuk diteliti, sehingga dapat meyakinkan penilai proposal. Disamping itu, penilitian sebelumnya yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti perlu pula dikemukakan dalam latar belakang masalah. Kadangkala, masalah yang dipilih terilhami oleh hasil penilitian orang lain . Misalnya, dari saran seorang peneliti untuk meneliti lebih lanjut sesuatu yang belum terungkap penilitinya. Kemungkinan lainnya dapat mengembangkan masalah setelah melihat sisi lain, metode lain, atau perlakukan lain dari apa yang telah dilakukan peneliti dengan cara memodifikasi penelitian sebelumnya.
Pada hakikatnya, latar belakang masalah itu berguna untuk meyakinkan orang, penilai, atau sponsor bahwa masalah itu layak, menarik, atau penting diteliti, sehingga penilai, pembimbing, atau sponsor dapat menerima proposal yang diajukan. Tidak mustahil suatu masalah sebenarnya sangat penting untuk diteliti, tetapi latar belakang yang ditulis tidak bisa meyakinkan pembaca, penilai atau pembimbing bahwa masalah itu menarik atau penting untuk diteliti atau dipecahkan, sehingga proposal yang diajukan ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedudukan latar belakang masalah itu cukup penting, oleh karena itu perlu disusun dengan baik. Untuk bisa menyusun latar belakang masalah yang baik tentu perlu diperlukan latihan yang cukup.
Beberapa hal yang dibahas dalam latar belakang skripsi yaitu :
1.      Fenomena/Kabar Terbaru
Mengemukakan berbagai keadaan di masyarakat atau di kalangan tertentu yang berhubungan dengan masalah yang akan di teliti. Misalnya berbagai kebijakan pemerintah, masalah pendidikan, kenakalan remaja, prestasi siswa dll

2.      Kondisi Ideal Didukung Teori-teori Terbaru
Mengemukakan kondisi yang diharapkan oleh siswa, masyarakat atau pemerintah didukung oleh pemaparan berbagai kajian teori yang merujuk kondisi yang diinginkan atau kondisi yang seharusnya.

3.      Kondisi Empiris
Mengemukakan kondisi yang terjadi terhadap obyek yang akan di teliti disertai berbagai bukti yang mendukung terhadap pengungkapan kondisi tersebut.

4.Penemuan Masalah
Berdasarkan pengungkapan kondisi ideal dan kondisi empiris (No. 2 dan No. 3) di atas maka akan muncul ketimpangan antara keduanya yang kemudian akan di analisis dan di teliti.

4.      Alasan Penelitian
Pada bagian akhir penulisan Latar Belakang kemukakan pentingnya penulisan dan pentingnya pemilihan permasalahan yang di teliti serta  


B.     Batasan Masalah
Ruang lingkup masalah artinya segala sesuatu yang terkait dengan masalah yang juga mempunyai peluang untuk diteliti. Untuk menentukan ruang lingkup masalah, terlebih dahulu tentukan apa masalah ( variable) penelitiannya. Misalnya dari judul penelitian di atas, “ Pengaruh Tugas Rumah terhadap Hasil Belajar Siswa SMU Negeri 2 Padang dalam Mata Pelajaran Biologi. Berarti ada dua masalah ( variable) dalam penelitian ini, yaitu tugas rumah dan hasil belajar.
Setelah dikemukakan beberapa identifikasi masalahnya, maka langkah selanjutnya dilakukan penilaian masalah sesuai dengan focus masalah yang gambarkan pada latar belakang masalah. Contoh lain batasan masalah dari sebuah judul penelitian dalam bidang biologi adalah seperti berikut ini. Pada penelitian yang berjudul “ Pengaruh Berat Benih terhadap Pertumbuhan Jagung’” yang menjadi masalah adalah berat benih ( variable bebas) dan pertumbuhan ( variable terikat). Dalam penelitian ilmu biologi, batasan masalah ini sering juga dimasukkan ke dalam parameter yang diukur.

C.     Rumusan Masalah
Langkah berikutnya setelah masalah dibatasi adalah merumuskan masalah. Bagaimana cara merumuskan masalah ? Menurut Suryabrata (1989:71) tidak ada aturan yang baku mengenai cara merumuskan masalah. Namun, disarankan hal- hal sebagai berikut :
(1)   Masalah hendaknya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
(2)   Rumusan masalah harus padat dan jelas.
(3)   Rumusan masalah harus member arahan tentang jenis data yang diperlukan dan bagaiman mendapatkannya untuk menjawab pertanyaan atau rumusan masalah yang diajukan.
Dalam satu laporan penelitian atau skripsi mahasiswa sering ditemui sejumlah rumusan masalah, tetapi tidak semuanya dijawab dalam penelitian. Sebenarnya hal semacam itu mubazir atau tidak perlu. Sebaiknya kita hanya merumusakan masalah yang akan diteliti.
Perumusan masalah adalah  usaha untuk menyatakan secara tertulis pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian. Apakah yang dimaksud dengan masalah? Dalam arti luas, masalah sebenarnya adalah semua bentuk pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Walaupun masalah merupakan titik tolak untuk melakukan penelitian, tidak semua masalah dapat dijadikan objek untuk diteliti dan hal ini dapat diketahui dari karakteristik masalah itu sendiri.
Pembentukan Rumusan Masalah
Penentuan topik adalah tahap awal dalam proses penelitian atau penyusunan karya ilmiah. Topik yang masih bersifat awal tersebut kemudian difokuskan dengan cara membuatnya lebih sempit cakupannya atau lebih luas cakupannya. Ketika cakupannya sudah sesuai, kemudian permasalahan dapat ditentukan. Permasalahan dapat berupa pertanyaan yang kemudian analisis atau pernyataan argumentasi yang merupakan penjabaran bukti berdasarkan analisis.
Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk menemukan permasalahan dari topik karya ilmiah yang sudah siap.
1. Tentukan tipe karya ilmiah
2. Siapkan sumber informasi (resources)
3. Menyempitkan atau memperluas topik
4. Membangun permasalahan dari topik
5. Uji “SO WHAT”
D.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berkaitan erat dengan judul, rumusan masalah, hipotesis atau pertanyaan penelitian.  Pada hakikatnya, tujuan penelitian adalah untuk menguji hipotesis mencari jawaban yang dipertanyakan dalam rumusan masalah atau dalam pertanyaan peneliti. Ada pula yang mencampurkan tujuan penulisan skripsi dengan tujuan penelitian. Misalnya ada yang membuat tujuan penelitian untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar sarjana. 
Tujuan penelitian ini adalah atau penelitian ini bertujuan untuk mengetahu :
(1)   Pengaruh Tugas Rumah Terhadap Hasil Belajar Siswa SMU Negeri 2 Padang Dalam Mata Pelajaran Biologi.
(2)   Hubungan NEM dengan Indeks Prestasi Belajar Mahasiswa di Perguruan Tinggi.
(3)   Hubungan Pendidikan Orang Tua dengan Tingkat Kesulitan Belajar Anak.

Tujuan penelitian dibedakan menjadi dua macam yaitu :
a.       Tujuan Umum, mengandung uraian garis besar sasaran akhir secara keseluruan yang akan dicapai
b.      Tujuan khusus, mengandung uraian secara rinci untuk mencapai tujuan umum.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oeh mahasiswa yang sedang membuat Skripsi atau tesisi adalah merumuskan tujuan sebagai berikut : 
a.       Tujuan penelitian adalah untuk memenuhi tugas dalam mencapai gelar sarjana mudah/sarjana
b.      Tujuan penelitian adalah untuk mencari data
      Tujuan penelitian harus lebih luas dari pada sekedar hal yang bermaslah. Jawab terhadap rumusan masalah dan tujuan penelitian terletak pada kesimpulan penelitian.  























DAFTAR PUSTAKA
Prof. Dr. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: CV. Alfabeta
Abdul Muthalib, Metode Penelitian Pendidikan Islam, Banjarmasin: Antasari Press
Kunandar, S.Pd.,M.Si, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Mahsun, Metode Penelitian Bahasa, Jakarta: PT. Raja Grafindo Pesada


Tidak ada komentar:

Posting Komentar